Puasa

PUASA WAJIB

Selamat Menyambut Ramadhan

Puasa yang mempunyai arti dalam bahasa arab adalah menahan diri dari segala sesuatu. Menurut agama islam puasa yaitu menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya mulai dari terbit fajar sampai terbenam natahari dengan niat dan beberapa syarat, firman Allah :

(#qè=ä.ur (#qç/uŽõ°$#ur 4Ó®Lym tû¨üt7oKtƒ ãNä3s9 äÝø‹sƒø:$# âÙu‹ö/F{$# z`ÏB ÅÝø‹sƒø:$# ϊuqó™F{$# z`ÏB ̍ôfxÿø9$#

, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.(al-Baqarah :187)

Puasa Ramadhan

$yg•ƒr’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä |=ÏGä. ãNà6ø‹n=tæ ãP$u‹Å_Á9$# $yJx. |=ÏGä. ’n?t㠚úïÏ%©!$# `ÏB öNà6Î=ö7s% öNä3ª=yès9 tbqà)­Gs?

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (al-Baqarah:183)

Puasa ramadhan diwajibkan atas orang-orang mukalaf dengan salah satu ketentuan – ketentuan sebagai berikut :

  • Dengan melihat buLan bagi yang melihatnya
    • Dengan mencukupkan bulan syaban 30 hari, maksudnya bulan tanggal Sya’ban itu dilihat. Tetapi bila tidak, maka tidak dapat menentukan hitungan, sempurnanya 30 hari, sabda Nabi saw, “ berpuasalah kamu sewaktu melihat bulan ( syawal ). Maka jika ada yang menghalangi hendaklah kamu sempurnakan bulan Sya’ban 30 hari.” (HR Bukhari)
    • Dengan adanya melihat rukyat yang dipersaksikan oleh seorang yang adil dimuka hakim.
    • Dengan kabar mutawatir
    • Memberi tanda seperti lampu, meriam, dsb
    • Dengan ilmu hisab atau ilmu bintang.

Yang Wajib Berpuasa

v     Berakal

v     Baligh, anak-anak tidak wajib, sabda Nabi Saw, “ tiga orang terlepas dari hukum, orang tidur hingga ia bangun, orang gila sampai ia sembuh, anak-anak sampai ia baligh”

v     Kuat dalam menjalaninya, orang yang tidak kuat, karena sakit atau sudah tua, tidak wajib puasa, firman Allah :

Syarat Sah Puasa

  • Islam
  • Mumayyiz
    • Suci dari haid dan nifas. Namun demikian wajib mengqadanya. “dari Aisyah ia berkata, “ Kami disuruh Rasulullah saw. mengqadla puasa, dan tidak disuruhnya untuk tidak mengqadla shalat.”
    • Dalam waktu yang diperbilehkan puasa padanya. Dilarang puasa pada dua hari raya, sabdaa Nabi, dar Anas, “ Nabi telah melarang puasa lima hari dalam satu tahun, hari raya idul fitri, hari raya haji, tiga hari tasyrik ( 11, 12, 13 Bulan Haji ) ( H.R Daruqutuni)

Rukun Puasa

  • Niat pada malamnya, setiap malam pada bulan ramadhan. Sabda Nabi Saw : Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malamnya sebelum fajar terbit, maka tiada puasa baginya. ( H.R. Imam yang lima )
  • Menahan diri dari segala yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Yang membatalkan Puasa

v     Makan dan minum, firman Allah Swt :

(#qè=ä.ur (#qç/uŽõ°$#ur 4Ó®Lym tû¨üt7oKtƒ ãNä3s9 äÝø‹sƒø:$# âÙu‹ö/F{$# z`ÏB ÅÝø‹sƒø:$# ϊuqó™F{$# z`ÏB ̍ôfxÿø9$#

, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.(al-Baqarah :187)

Tetapi kalau tidak sengaja maka tidak membatalkan puasa, sabda Nabi :

“ barang siapa lipa, sedangkan ia dalam keadaan puasa, kemudian ia makan atau minum maka hendaklah puasanya disempurnakan, karena Allah-Lah yang memberinya makan dan minum.”

v     Muntah yang disengaja yang tidak sengaja maka tidak batal. Rasulullah bersabda : “barang siapa terpaksa muntah, tidaklah wajib mengqadha puasanya dan siapa yang mengusahakannya maka hendaklah ia mengqadla puasanya.”

v     Bersetubuh, firman Allah:

¨@Ïmé& öNà6s9 s’s#ø‹s9 ÏQ$uŠÅ_Á9$# ß]sù§9$# 4’n<Î) öNä3ͬ!$|¡ÎS 4

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu (al-Baqarah:187)

v     Kerluar darah haid atau nifas

v     Gila

v     Keluar mani dengan sengaja

Yang bleh berbuka :

v     Orang yang sakit, bila sudah sembuh wajib mengqadla

v     Musafir

v     Orang tua yang sudah lemah, tetapi wajib membayar fidyah, firman Allah:

’n?tãur šúïÏ%©!$# ¼çmtRqà)‹ÏÜム×ptƒô‰Ïù ãP$yèsÛ &ûüÅ3ó¡ÏB

wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.(al-Baqarah :184)

v     Wanita hamil dan yang menyusui, tetapi wajib fidyah.

Sunat Puasa

v     Menyegerakan berbuka apabila telah sampainya waktu berbuka. Sabda Nabi Saw : “      senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.

v     Berbuka dengan kurma atau sesuatu yang manis

v     Berdo’a sewaktu berbuka puasa

v     Makan sahur sesudah tengah malam, sabda Rasul : “makan sahurlah kamu sesungguhnya makan sahur itu mengandung berkah,”

v     Memberi makan untuk berbuka kepada yang berpuasa

v     Memberi sedekah

v     Memperbanyak membaca Al-Quran dan mengajarkannya

PUASA SUNAT

Macam – macam puasa sunat.

  1. puasa Daud, yaitu puasa selang satu hari  berbuka dan shaum. Sabda Rasul : “puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, ia berpuasa sehari dan bebruka sehari, shalat yang paling sicintau Allah adalah shalatnya Daud, ia tidur pada waktu separuhnya malam, menjalankan shalat sepertiganya dan tidur seperenemnya.
  2. puasa enam hari bulan Syawal. Sabda Rasul : ”barang siapa puasa dalqam bulan zramadhan, kemudian ia puasa enam hari pada bulan Syawal, adalah seperti puasa sepanjang masa.”
  3. paisa hari Arafah ( 9 Bulan Haji ), kecuali orang yang sedang mengerjakan ibadah haji  maka puasa ini tidak disunatkan atasnya. Sabda Nabi,  “ puasa arafah itu menghapus dosa setahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.”
  4. 4. puasa pada tanggal 9 muharam (tasu’a). sabda rasul : jika aku masih hidup tahun depan pasti aku akan berpuasa pada tanggal 9 muharan.
  5. 5. puasa Asyura ( 10 Muharam ). Sabda rasul : puasa Asyura itu menghapuskan dosa setahun yang lalu.
  6. 6. puasa Bulan Syaban. Sabda Rasul : “kata Aisyah, sya tidak melihat Rasul Saw menyempurnakan puasa satyu bulan penuh selain dalam bulan ramadhan dan saya tidak melihat beliau dalam bulan-bulan yang lain berpuasa lebih banyak daripada bulan Syaban.
  7. 7. puasa senin dan kamis, sabda Rasul: dari aisyah, “ Nabi SAW memilih puasa pada hari senin dan kamis.”.
  8. 8. Puasa tengah bulan ( 13, 14, 15, dari tiap bulan Komariah ). Sabda rasul : dari Abu Dzar Rasul Saw bersabda’ “hai Abu Dzar apabila engkau hendak berpuasa hanya tiga hari dalam satu bulan, hendaklah engkau berpuasa pada tanggal 13, 14, 15.
  9. 9. berpuasa pada tanggal 1-10 Dzulhijah. “ tidak ada hari-hari dimana dimana amal baik didalamnya lebih dicintai Allah dari pada hari-hari ini yakni sepuluh hari.

PUASA YANG DIHARAMKAN

1. Hari Raya Idul Fithri

Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.

نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمَ الفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى – متفق عليه

Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fithr dan hari Adha. (HR Muttafaq ‘alaihi)

2. Hari Raya Idul Adha

Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

3. Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram. Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji untuk puasa 3 hari selama dalam ibadah haji.

إِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْب وَذِكْرِ اللهِ تَعَالى – رواه مسلم

Sesunggunya hari itu (tsyarik) adalah hari makan, minum dan zikrullah (HR Muslim)

4. Puasa sehari saja pada hari Jumat

Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa, boleh berpuasa. Sebagian ulama tidak sampai mengharamkannya secara mutlak, namun hanya sampai makruh saja.

5. Puasa sunnah pada paruh kedua bulan Sya‘ban

Puasa ini mulai tanggal 15 Sya‘ban hingga akhir bulan Sya‘ban. Namun bila puasa bulan Sya‘ban sebulan penuh, justru merupakan sunnah. Sedangkan puasa wajib seperti qadha‘ puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang hanya tersisa hari-hari itu saja. Sebagian ulama tidak mengharamkan melainkan hanya memakruhkan saja.

6. Puasa pada hari Syak

Hari syah adalah tanggal 30 Sya‘ban bila orang-orang ragu tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak terlihat. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. Ketidak-jelasan ini disebut syak. Dan secara syar‘i umat Islam dilarang berpuasa pada hari itu. Namun ada juga yang berpendapat tidak mengharamkan tapi hanya memakruhkannya saja.

7. Puasa Selamanya

Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap hari. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Tetapi secara syar‘i puasa seperti itu dilarang oleh Islam. Bagi mereka yang ingin banyak puasa, Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari berbuka.

8. Wanita haidh atau nifas

Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan mengerjakan puasa. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar. Apabila tetap melakukan puasa, maka berdosa hukumnya. Bukan berarti mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Tetapi harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban menggantinya di hari lain.

9. Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya

Seorang isteri bila akan mengerjakan puasa sunnah, maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Bila mendapatkan izin, maka boleh lah dia berpuasa. Sedangkan bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa, maka puasanya haram secara syar‘i.

Dalam kondisi itu suami berhak untuk memaksanya berbuka puasa. Kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membutuhkannya. Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram haji atau umrah atau sedang beri‘tikaf. Sabda Rasulullah SAW Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa tanpa izin suaminya sedangkan suaminya ada dihadapannya. Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan fardhu bagi isteri, sedangkan puasa itu hukumnya sunnah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunnah.

BEBERAPA HAL YANG TIDAK TERLARANG DALAM PUASA

Ada bebrapa hal yang dikira oleh sebagian orang, dapay membatalkan puasa, padahal tidak. antara lain :

  1. Mandi Ketika Sedang Berpuasa

Dirawikan oleh Abu BAkar Bin Abdurrahman bahwa ia diberitahu oleh seorang sahabat Nabi SAW, ‘’pernah kusaksikan bahwa Rasulullah SAW. menyiramkan air ke kepalanya sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa, disebabkan dahaga ataupun  cuaca yang panas.’’ (diriwayatkan oleh Ahmad, MAlik, dan Abu Daud dengan sanad sahih)

Kalupun ada sedikit air masuk secara tidak sengaja kedalam mata atau telinga seseorang ketika sedang mandi, maka puasanya tetap sah adanya. Walaupun demikian, seyogianya ia lebih berhati-hati ketika menyiramkan air ke atas kepalanya.

  1. Menggunakan Celak dan Obat Tetes Mata atau Hidung

Menggunakan celak dan obat tetes mata atau hidung, tidak membatalkan puasa meskipun adakalanya terasa sampai ketenggorokan. hal ini mengingat bahwa mata dan hidung bukan saluran biasa untuk memasukkan makanan dan sebagainya.

  1. Suntikan untuk Pengobatan

Memasukkan obat melalui suntikan kedalam urat atau otot, untuk tujuan menghilangkan rasa sakit atau memulihkan kesehatan, tidak membatalkan puasa. dapat pula disamakan dengan ini, obat yang biasa dimasukkan lewat dubur untuk tujuan pengobatan tertentu.

akan tetapi jika suntikan diberikan semata-mata sebagai pengganti bahan makanan, untuk menghilangkan rasa lapar, maka hal itu membatalkan puasa, karena bertentangan dengan sebagian hakikat puasa, yaitu menahan diri dari makan dan minum.

  1. Berkumur-kumur dan Memasukan Air Kedalam Hidung

Berkumur-kumur dan memasukan air kedalam hidung ketika berwudhu, tidak terlarang bagi yang berpuasa. Walaupun demikian, sebaiknya tidak melakukan hal itu secara berlebihan, agar tidak ada yang secara tidak sengaja masuk kedalam tenggorokan atau rongga kepala.

  1. Menelan Ludah, Debu Jalanan dan Sebagainya

Demikian pula berkaitan dengan hal-hal kecil yang sulit dihindari, seperti menelan ludah, debu jalanan atau sisa ayakan yang beterbangan. Atau mencicipi sedikit makan yang sedang dimasak atau hendak dibeli, tanpa ditelan. Atau mencium minyak wangi walaupun terasa sampai keotak. Atau mengoleskan obat diatas luka walaupun agak dalam. Atau menggosokan balsam walaupun terserap oleh pori-pori. semuanya itu tidak membatalkan puasa.

  1. Makan, Minum dan Hubungan Seksual Sampai Terbitnya Fajar

Tidak ada larangan bagi orang yang akan berpuasa, untuk makan, minum dan bersenggama, sampai terbitnya fajar. Namun, pada saat masuknya waktu fajar, wajiblah menghentikan hal itu dengan segera. Firman Allah SWT. QS, al-BAqarah 187

artinya, ‘’dihalalkan bagi kamu pada malam hari menjelang puasa, bercampur dengan istri-istri kamu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.

  1. Memulai puasa dalam keadaan junub

Berkaitan dengan dibolehkannya makan, minum dan bersenggama di malam hari menjelang puasa sampai saat masuknya fajar, maka tidak ada larangan bagi seseorang dalam keadaan junub yang hendak berpuasa, mengundurkan mandi janabannya sampai setelah masuknya fajar, ketika hendak shalat subuh.

Demikian pula sekiranya haid atau nifas seorang perempuan diperkirakan akan berhenti dimalam hari, sedangkan ia berniat untuk puasa dikeesokan harinya, maka boleh saja ia mengundurkan mandinya sampai setelah masuknya fajar, ketika hendak shalat subuh.

  1. Mencium Istri Ketika Sedang Berpuasa

Mencium istri tidak membatalkan puasa bagi orang yang berpuasa menahan syahwatnya. Aisya r.a meriwayatkan, ‘’adakalanya RasulullahSAW mencium atau memeluk istrinya tatkala beliau sedang berpuasa. dan beliau pula orang yang paling kuat diantara kalian dalamk mengendalikan syahwatnya.

Abu Daud merawikan ucapan Umar r.a : ‘’Aku merasa bersemangat disuatu hari, lalu aku mencium istriku sedangkan aku dalam keadaan puasa. maka aku menghadap Nabi SAW dan berkata kepadanya, sungguh aku telah melakukan sesuatu (pelangaran) amat besar hari ini ! aku telah mencium  istriku  sedang aku berpuasa’ mendengar itu Nabi SAW bertanya, ‘bagaimana pendapatmu sekiranya engkau berkumur-kumur dalam keadaan berpuasa? Aku pun menjawab, ‘tak mengapa boleh-boleh saja, ya Rasulullah!’ maka beliau berkata, kalau begitu mengapa pula engkau menghawatirkan perbuatanmu itu?

Meskipun demikian, para ulama tidak menyukai perbuatan mencium, memluk dan sebagainya bagi yang sedang berpuasa, terutama bagi orang yang kurang mampu mengendalikan syahwatnya. sebab dikhawatirkan dapat menyebabkan timbulnya rangsangan yang kuat yang tak terkendali, maka puasanya menjadi batal. Sebagai akibatnya, ia wajib mengqadha puasanya itu.

Hikmah Puasa

  • Tanda terima kasih kepada Allah
  • Didikan kepercayaan
  • Didikan belas kasihan pada fakir miskin
  • Guna menjaga kesehatan

Derajat Orang Yang Berpuasa

Imam al-Ghazali dalam kitab ihya’Ulumidin menerangkan, orang yang ouasa satu yang lain derajatnya berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukannya.

v     Puasa yang umum, adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, seks dan sebagainya.

v     Puasa orang khusus, adalah menahan telinga, mata, lidah, tangan, kaki, dan semua anggota badan dari segala sesuatu yang menyebabkan dosa.

v     Dan puasa khusus orang khusus, adalah puasa hati ( menahan diri ) dari hal-hal yang bersifat duniawi, pikiran-pikiran duniawi, dan menahannya dari semua godaan yang bisa memalingkan diri dari Allah Swt.

KESIMPULAN

Setelah sekian banyak pemaparan dari makalah ini dapat kita ambil intisari daripada puasa itu sendiri, yakni puasa merupakan amalan yang banyak mengandung hikmah, dan puasa itu hanya diketahui oleh Allah dan orang berpuasa itu sendiri, mungkin kepada orang lain kita bisa berbohong , tetrapi Allah tidak bisa dibohongi.

Puasa ramadhan diwajibkan kepada tiap-tiap mukallaf dengan syarat-syarat tertentu, sedangkan puasa diluar rqamadhan merupakan puasa sunnah, itu harus berdasarkan keterangan dari hadits Nabi SAW, diantara puasa sunnah adalah: puasa daud, yaitu puasa selang satu hari berbuka dan shaum, puaaaasa senin dan kamis. Dan banyak lagi yang lainnya, yang berdasarkan hadits Nabi SAW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: